Ini fokus Telefast Indonesia (TFAS) untuk dongkrak kinerja

Image
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) memiliki 2 strategi besar yang akan direalisasikan dan dikembangkan pada tahun 2020 yaitu, Ekspansi database dan Ekspansi klien seperti pengembangan HR system, sobat kerjaku, dan Telefast Agent.

Direktur Utama Telefast Indonesia Jody Hedrian mengatakan, untuk ekspansi database, Perseroan telah menyiapkan beberapa strategi dalam memperluas jaringan mitra kerja melalui program Telefast Agent yang akan membuka banyak peluang untuk masyarakat dalam berkontribusi bersama Perseroan.

"Dalam memperbanyak database, Perseroan akan mengembangkan platform Sobat KerjaKU dimana platform ini dapat mengumpulkan Curriculum Vitae (CV) para pencari kerja dari setiap titik poin di mitra outlet Perseroan yang telah terdaftar. Pencari kerja hanya cukup scan QR Code di setiap titik poin," ujar Jody kepada kontan.co.id, Selasa (21/7).

Jody menjelaskan, Perseroan juga telah menjalin kerja sama dengan Karir.com dalam mengembangkan database kandidat pencari kerja. “Hospitality Talent Day” yang dilaksanakan pada bulan Desember 2019 lalu adalah sebuah kegiatan yang menyasar siswa/siswi sekolah SMA dan SMK sebagai kandidat pencari kerja dengan mengumpulkan kandidat selama 3 (tiga) hari untuk diedukasi mengenai platform unggul Perseroan. Perseroan secara langsung mempromosikan layanan-layanan yang ditujukan kepada para pencari kerja untuk membantu mereka dalam proses pencarian kerja.

Sementara untuk Ekspansi klien, Perseroan akan terus menjalin kerja sama dengan berbagai kelompok dan komunitas sebagai salah satu sumber SDM berpotensi dalam proses rekrutmen karyawan untuk para klien Perseroan.

"Perseroan juga menetapkan beberapa strategi dengan menyelenggarakan beberapa kegiatan yang menyasar sejumlah komunitas seperti Balai Latihan Kerja (BLK) di setiap kecamatan dan juga sekolah-sekolah seperti SMA & SMK," katanya.

Jody memaparkan, secara umum ekspansi yang akan dilakukan di tahun ini antara lain, pengembangan HR system, sobat kerjaku, dan Telefast Agent. Dengan anggaran belanja modal yang dianggarkan sesuai dengan rencana penggunaan dana IPO. Dengan situasi pandemic seperti saat ini, TFAST juga berupaya untuk tetap menjaga pendapatan agar terus stabil.

"Sejauh ini dananya sudah kita gunakan untuk peningkatan modal kerja Rp 49,8 miliar, peningkatan investasi teknologi informasi Rp 4,8 miliar, dan pengembangan/pembinaan SDM Rp 578 juta," jelasnya.

Ia juga menjelaskan, Perseroan memiliki 3 (tiga) produk unggulan yaitu HRIS Application (HR-KU), Job Web Portal (Bilik Kerja), dan HR Licensed Provider (PT Emitama Wahana Mandiri). "Terkhusus di masa pandemic ini, Perseroan menyadari HRIS memiliki peluang yang besar melihat perlunya mencanangkan sistem HR yang dapat diakses dimana saja (flexible)," ujarnya.

Adanya rencana ekspansi dalam upaya mempertahankan kinerja, menurut Jody, Perseroan melihat ada beberapa hal menarik untuk dikembangkan dari Perseroan terkait dengan supply dan demmandSupply di dunia ketenagakerjaan cukup memiliki banyak tantangan.

Dalam mengembangkan bisnisnya di tahun 2020, Perseroan telah menyiapkan beberapa strategi dalam memperluas jaringan mitra kerja melalui program Telefast Agent yang akan membuka banyak peluang untuk masyarakat dalam berkontribusi bersama Perseroan.

Dalam memperbanyak database Perseroan akan mengembangkan platform Sobat KerjaKU dimana platform ini dapat mengumpulkan Curriculum Vitae (CV) para pencari kerja dari setiap titik poin di mitra outlet Perseroan yang telah terdaftar. Pencari kerja hanya cukup scan QR Code di setiap titik poin.

Berdasarkan data Perseroan, Pada Kuartal I/2020, pendapatan PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) tumbuh 8,9% YoY menjadi Rp 146,9 miliar, disebabkan oleh ekspansi organik dari segmen produk Telco yang lama dan ekspansi dari Segmen SDM yang terintegrasi. Sementara, laba Kotor dan Marjin Laba Usaha berada di bawah tekanan karena peningkatan biaya terkait dengan kegiatan akuisisi merchant yang agresif.

Akibatnya, margin laba kotor turun menjadi 7,9% di Kuartal I/2020 dari 10,2% di Kuartal I/2019. Marjin Laba Operasional turun dari 5,9% di Kuartal I/2019 menjadi 3,2% di Kuartal I/2020, karena biaya terkait peningkatan kegiatan promosi dan sosialisasi sehubungan dengan ekspansi TFAS ke Digital HR.

"Dengan nimble balance sheet (0,3x utang bersih terhadap ekuitas) di tempat pasca-IPO, TFAS berada dalam posisi yang baik untuk melanjutkan upaya ekspansi pada tahun 2020," katanya.

Di situasi pandemic saat ini, TFAS juga berupaya untuk tetap menjaga pendapatan terus stabil lewat berbagai upaya inovasi dalam strategi sesuai dengan protokol yang dianjurkan pemerintah. "Perseroan akan terus mengupayakan ekspansi dan pengembangan setiap layanan yang dimiliki lewat kolaborasi dengan berbagai pihak dan juga dengan memanfaatkan jaringan Telefast," ujar Jody.



Sumber:
https://industri.kontan.co.id/news/ini-fokus-telefast-indonesia-tfas-untuk-dongkrak-kinerja?page=1
 

Connect