Telefast Akuisisi 15% Saham Clodeo

Image
JAKARTA, Investor.id - PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS), anak usaha PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS), mengakuisisi 15% saham PT Clodeo Indonesia Jaya (Clodeo). Aksi ini bertujuan untuk meningkatkan performa platform teknologi logistik perseroan dengan mengintegrasikan sistem teknologi yang ditawarkan Clodeo.

Clodeo merupakan perusahaan jasa penyedia perangkat lunak (software) spesialisasi dalam teknologi logistik. Clodeo menyediakan digital business kepada beberapa perusahaan logistik, seperti JNE dan AnterAja dengan meningkatkan sistem ordering, tracking, dan distribusi dalam kegiatan operasional kliennya.

Founder dan CEO Clodeo Reynaldi Oeoen mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kerjasama dengan perusahaan penyedia teknologi, seperti Telefast. Perseroan juga berharap teknologi yang Clodeo bisa berintegrasi dengan baik dengan platform Telefast.

"Bersama Telefast, kami berharap menjadi penyedia solusi teknologi logistik yang bisa membantu untuk mempercepat pertumbuhan industri logistik di Indonesia. Clodeo akan tetap mempertahankan akar bisnis, meski bekerjasama dengan Telefast," kata dia dalam keterangan resmi, akhir pekan lalu.

Sementara itu, Presiden Direktur Telefast Indonesia Jody Hedrian menjelaskan, perseroan juga senang bisa berinvestasi di Clodeo dan bekerjasama dalam teknologi logistik. Dengan investasi ini, Jody berharap bisa mendapatkan konektivitas dan jangkauan layanan yang lebih bersinergi untuk platform teknologi logistik grup Telefast.

Kerjasama dengan Clodeo juga diharapkan mendorong Telefast untuk menciptakan inovasi dalam pengembangan kerjasama dengan third party logistik (3PL). "Telefast berharap dapat menyediakan teknologi logistik yang komprehensif untuk membantu klien dalam memberikan kepuasan kepada masyarakat luas," kata dia.

Tahun ini, Telefast Indonesia menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 13 miliar. Pendanaan berasal dari dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Jody mengatakan, belanja modal ini akan digunakan untuk mendukung bisnis perseroan yang salah satu diantaranya adalah pengembangan teknologi informasi.

Selain itu, perseroan juga berencana untuk melakukan pengembangan bisnis di bidang logistik. Perseroan menargetkan bisa menambah 1.000 jaringan dalam bisnis logistik. Adapun saat ini, perseroan memiliki 10 ribu jaringan yang bekerjasama sebagai drop point.

Di luar pengembangan teknologi informasi dan logistik, Telefast juga mengembangkan segmen bisnis Human Resource (HR) digital. Segmen ini secara aktif menyediakan tenaga kerja untuk courier service. "Dengan tiga fokus pengembangan usaha yang akan dilakukan tahun ini, kami menargetkan pendapatan sebesar Rp 1 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 25 miliar," kata dia.(git)


Sumber:
https://investor.id/market-and-corporate/telefast-akuisisi-15-saham-clodeo

Social Media